Saat ini kita mendengar di berita tentang kejadian luar biasa atau KLB yang sedang ramai diperbincangkan mengenai penyakit difteri pada bulan Januari hingga November 2017. Ada 593 kasus dan 32 kematian yang terbanyak di daerah jawa barat DKI Jakarta dan Banten sampai-sampai Kemenkes melakukan imunisasi ulang atau disebut ORI (outbreak respons imunisation) untuk pencegahan merebaknya penyakit difteri ini..
Baik temen-teman yang saya hormati
Difteri merupakan penyakit menular saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae yang menghasilkan toksin berbahaya. Bakteri ini dapat menempel dan bertumbuh menjadi banyak di daerah hidung, tenggorokan, tonsil (amandel), pita suara, dll. Bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi darah (sepsis) atau infeksi jantung.
Difteri dapat ditularkan melalui percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk, melalui barang-barang terkontaminasi oleh bakteri, sentuhan langsung pada borok apabila difteri ini mengenai kulit. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan padat dan kebersihannya tidak terjaga.
Penyakit difteri ini terutama menyerang daerah tenggorokan dan saluran napas. Masa inkubasi biasanya 1 sampai 5 hari. Biasanya pada tahap awal anak tampak sehat atau sakit ringan seperti demam ringan, rewel, nyeri menelan, dan lesu. Terkadang anak tampak pucat dan lemah akibat efek toksin bakteri. Pada penyakit difteri ditemukan tenggorokan tampak merah dan dilapisi selaput tebal putih keabu-abuan yang dapat meluas di seluruh tenggorokan. Pada tahap lanjut dapat terjadi pembengkakan leher (bullneck).
Pada difteria berat sering terjadi pembengkakan dan penyempitan saluran napas yang dapat menyebabkan sesak napas, suara napas mengorok, anak menjadi kebiruan, gelisah, bahkan koma atau meninggal. Hal-hal tersebut terjadi karena penyumbatan jalan napas. Pada difteria juga dapat terjadi komplikasi infeksi jantung yang dapat menyebabkan gangguan irama jantung dan kematian.
Penulis: dr. Herfin Herdiana
Editor: Bung Destur
Download Buletin
Baik temen-teman yang saya hormati
Difteri merupakan penyakit menular saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae yang menghasilkan toksin berbahaya. Bakteri ini dapat menempel dan bertumbuh menjadi banyak di daerah hidung, tenggorokan, tonsil (amandel), pita suara, dll. Bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi darah (sepsis) atau infeksi jantung.
Difteri dapat ditularkan melalui percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk, melalui barang-barang terkontaminasi oleh bakteri, sentuhan langsung pada borok apabila difteri ini mengenai kulit. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan padat dan kebersihannya tidak terjaga.
Penyakit difteri ini terutama menyerang daerah tenggorokan dan saluran napas. Masa inkubasi biasanya 1 sampai 5 hari. Biasanya pada tahap awal anak tampak sehat atau sakit ringan seperti demam ringan, rewel, nyeri menelan, dan lesu. Terkadang anak tampak pucat dan lemah akibat efek toksin bakteri. Pada penyakit difteri ditemukan tenggorokan tampak merah dan dilapisi selaput tebal putih keabu-abuan yang dapat meluas di seluruh tenggorokan. Pada tahap lanjut dapat terjadi pembengkakan leher (bullneck).
Pada difteria berat sering terjadi pembengkakan dan penyempitan saluran napas yang dapat menyebabkan sesak napas, suara napas mengorok, anak menjadi kebiruan, gelisah, bahkan koma atau meninggal. Hal-hal tersebut terjadi karena penyumbatan jalan napas. Pada difteria juga dapat terjadi komplikasi infeksi jantung yang dapat menyebabkan gangguan irama jantung dan kematian.
Penulis: dr. Herfin Herdiana
Editor: Bung Destur
Download Buletin
DIfteri Menghantui Anak Negeri
Reviewed by Bung Destur
on
Januari 26, 2018
Rating:

Tidak ada komentar: